reuni akbar

Alhamdulillah momen yang ditunggu-tunggu itu tiba juga. Lebih dari 600 alumni FTMD berkumpul di Graha Widya Bhakti, Puspiptek, Serpong, tanggal 26 September 2015. Ini reuni seluruh angkatan. Angkatan tertua yang hadir adalah angkatan 1953, yang artinya masuk ITB 62 tahun yang lalu! Angkatan ini diwakili oleh Prof. Wiranto Arismunandar, Rektor ITB yang legendaris itu dan mantan Menteri Pendidikan Nasional. Walaupun duduk di kursi roda, pak Wiranto kemarin hadir dengan penuh semangat, masih bisa memberikan wejangan kepada alumni dengan pesan yang bertenaga, dan bahkan masih bersemangat mengikuti yell-yell yang terkenal itu!

Dan pak Wiranto tidak sendirian. Masih ada beberapa alumni angkatan 50an yang hadir. Ada dari angkatan 56, angkatan 57, dan angkatan 58! Angkatan 60an tentu saja tidak mau kalah. Angkatan 65 dan angkatan 67 kelihatan kompak dengan kaos angkatannya. Bahkan angkatan 65 memenangkan lomba kaos angkatan sebagai angkatan favorit!

Angkatan 70an tidak kalah hebohnya. Dipimpin oleh angkatan 76, angkatan 70an menghadirkan banyak peserta dengan kaos seragam angkatan masing-masing. Menghadirkan 28 orang di angkatannya dalam acara Reuni Akbar kali ini, angkatan 76 memenangkan juara 2 lomba kaos angkatan.

Dan juara sesungguhnya Reuni Akbar kali ini adalah angkatan 80an. Angkatan 83 menjadi Juara 1 lomba kaos angkatan, sementara angkatan 80 menjadi juara 3. Dan juara peserta paling banyak adalah angkatan 84 yang menghadirkan 37 orang dalam acara ini.

Angkatan 90an dan 00an kali ini kalah jumlah yang hadir dibanding angkatan-angkatan sebelumnya. Mungkin karena mereka banyak bertebaran di seluruh dunia dan tidak sempat pulang kampung ke Indonesia… he-he-he…

reuni akbar 2

Solidarity Forever

Banyak sejarah diukir dalam acara reuni akbar kali ini. Inilah reuni pertama yang menggabungkan 3 program studi sekaligus: Teknik Mesin, Teknik Penerbangan, dan Teknik Material. Tiga program studi yang sebelumnya bernaung di bawah Jurusan Teknik Mesin ini ternyata masih memegang teguh nilai-nilai Solidarity Forever walaupun mereka sudah berpisah menjadi program studi berbeda. Berpisahnya mereka menjadi program studi tersendiri tidak membuat mereka terpecah, tetapi justru membuat mereka bersatu dengan menyelenggarakan acara bersama. Kata kunci yang mereka pegang teguh adalah Persatuan, bukan Kesatuan. Persatuan itulah yang membuat mereka bisa melakukan sesuatu yang mustahil. Seperti Bandung Bondowoso, mereka mengerjakan pekerjaan yang hampir mustahil. Mustahil mengadakan acara yang begitu besar dalam waktu kurang dari 2 bulan. Tapi pendapat itu dipatahkan ketika 3 ikatan alumni bersatu: Ikatan Alumni Mesin (IAM), Ikatan Alumni Penerbangan (IAP) dan Keluarga Alumni Material (KAM). Seperti Joko Bandung dan Bondowoso yang meleburkan dirinya menjadi Bandung Bondowoso, ketiga ikatan alumni meleburkan dirinya sebagai alumni FTMD.

Semangat solidarity forever itulah yang terus menggema sepanjang hari tanggal 26 September 2015. Pak Susilo Siswoutomo, M70, penggagas acara ini, tidak henti mengingatkan semua alumni untuk terus menjaga semangat solidarity forever ini. Dan semangat solidarity forever itu harus kita bawa terus dengan terus peduli akan perkembangan kampus FTMD tercinta. Kita tidak mungkin bisa seperti sekarang tanpa FTMD. Karena itu sebagai alumni yang baik, kita perlu terus mengingat jasa-jasa kampus tercinta dengan terus menjaga kepedulian kita, dan berbuat baik sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Yang gajah membantu sesuai dengan kapasitas kegajahannya, sementara sang semut juga tidak lelah membantu dengan bergotong-royong layaknya semut-semut yang tidak pernah berhenti bekerja sama demi sebuah tujuan yang sama.

3rd Generation University

Tema acara reuni akbar kemarin adalah “Membangun Keunggulan FTMD dengan Semangat Solidarity Forever”. Ketika merumuskan tema acara ini, sempat muncul diskusi yang alot tentang apa yang dimaksud dengan “keunggulan” itu? Setelah diskusi cukup panjang, akhirnya disepakati bahwa keunggulan FTMD itu akan dicapai apabila FTMD bisa mencapai level Universitas Generasi ke-3 (3rd Generation University). Artinya FTMD tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan belajar dan mengajar saja (1st Generation University), tidak boleh berhenti sampai belajar-mengajar dan melakukan riset saja (2nd Generation University), tetapi harus melangkah ke level yang lebih tinggi, selain belajar-mengajar dan riset juga menciptakan nilai-nilai komersial bagi perkembangan industri, membangun nilai-nilai entrepreneurship (3rd Generation University).

Atas dasar itulah maka seluruh rangkaian acara reuni akbar kemarin dikemas untuk mendukung tujuan bersama menjadikan FTMD sebagai 3rd Generation University. Selain kangen-kangenan dan heboh-hebohan, beberapa acara serius pun dilakukan untuk mendukung tujuan yang mulia ini. Sambutan Rektor ITB yang diwakili Dr. Miming Miharja, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi pun mendukung tujuan ini, karena tujuan FTMD menjadi 3rd Generation University sangat pas dengan misi Rektor ITB yang baru untuk menjadikan ITB sebagai Entrepreneurial University. Demikian pula sambutan dari Ketua MWA (Majelis Wali Amanat) ITB, Ibu Betti Alisjahbana, yang juga hadir dalam acara kemarin. Alumni FTMD tidak boleh diam saja ketika ekonomi negara terpuruk karena terlalu banyak impor.

Ceramah yang disampaikan Deputi Menko Perekonomian, Bapak Edy Putra Irawady, dalam pembukaan acara kemarin juga mendukung alasan mengapa FTMD harus terus meningkatkan partisipasinya dalam menciptakan nilai-nilai komersial bagi perkembagan industri di tanah air. Perekonomian Indonesia tidak boleh lagi hanya mengandalkan pada kekayaan sumber daya alam saja, tetapi harus tumbuh berbasis teknologi. FTMD dituntut untuk lebih berperan dalam menciptakan nilai-nilai komersial dalam perkembangan industri di tanah air. Artinya, sudah tepat sekali tujuan kita menjadikan FTMD sebagai 3rd Generation University.

Sertifikasi ASIIN dan Revitalisasi Laboratorium

Tujuan menjadikan FTMD sebagai 3rd Generation University tentu harus didukung oleh kegatan belajar dan mengajar yang tertata rapih mengikuti standar international. Standar internasional diperlukan tidak untuk gagah-gagahan, tapi untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan belajar dan mengajar sudah dilakukan dengan proses yang baik dan terukur. Untuk itu FTMD telah memilih standard ASIIN dari Jerman sebagai standar proses belajar dan mengajar yang berlaku di lingkungan FTMD. Demikianlah yang disampaikan oleh Dekan FTMD, Dr. Ir. Hari Muhammad.

Sertifikasi ASIIN tidak hanya membutuhkan proses belajar dan mengajar yang baik, tetapi juga membutuhkan dukungan fasilitas laboratorium yang juga baik. Karena itulah alumni FTMD yang dikoordinir oleh pak Ontoseno Soekotjo, M67, akan bergotong rotong membantu FTMD melakukan revitalisasi laboratorium secara menyeluruh. Total kebutuhan dana sebesar 75 milyar rupiah diharapkan bisa dipenuhi berkat kerjasama yang baik antara FTMD dengan para alumninya dalam 3 tahun kedepan. Untuk tahap awal, diperlukan dana sebesar 2.5 milyar rupiah yang sudah harus terkumpul dalam beberapa bulan kedepan. Dukungan alumni sangat diharapkan untuk menyukseskan program ini. Seluruh alumni diharapan partisipasi aktifnya, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Alumni yang sekelas gajah diharapkan membantu sesuai dengan kapasitas kegajahannya, sementara alumni muda sekelas semut pun ditunggu partisipasinya dengan bergotong-royong dan bahu membahu mendukung program yang sangat mulia ini.

IndonesianisMe dan Entrepreneurship

Target menjadikan FTMD sebaga 3rd Generation University tidak dapat dicapai oleh civitas academica ITB sendirian. Karena salah satu parameter penting bagi 3rd Generation University adalah kerjasama dengan industri dan tumbuhnya entrepreneurship. FTMD ITB mesti bergandengan tangan dengam para alumninya. Beruntung alumni FTMD banyak bertebaran di berbagai industri, dan mereka memegang jabatan kunci di berbagai industri penting itu. Sehingga kerjasama dengan industri bukan sesuatu yang sulit dilakukan, dan bahkan saat ini kerjasama tersebut sudah berjalan dengan erat.

FTMD juga beruntung para alumninya memiliki klub entrepreneurship. MEC, Mesin Entrepreneuship Club, adalah klub para pengusaha muda alumni FTMD. Klub ini aktif berkumpul untuk saling berbagi pengalaman dan tolong menolong diantara anggotanya. Memang ini kumpulan pengusaha muda yang masih rindu order, tapi dengan patron para senior yang pengusaha kelas kakap seperti pak Teddy P. Rachmat dan pak Benny Subianto, klub pengusaha ini punya potensi untuk menjadi besar dan bersinergi dengan FTMD untuk mewujudkan mimpi bersama menjadikan FTMD sebagai 3rd Generation University.

Potensi besar itulah yang membuat panitia tidak terlalu kesulitan mempersiapkan pameran IndonesianisMe dengan mengumpulkan lebih dari 20 perusahaan dalam waktu yang sangat singkat. Hanya dalam hitungan 2-3 minggu, lebih dari 20 perusahaan yang mayoritas dimiliki alumni FTMD ikut meramaikan acara reuni akbar. Kalaupun bukan dimiliki oleh para alumni, perusahaan-perusahaan seperti Toyota Astra Motor, Astra Otoparts, Pindad, UT Pandu Engineering, TAKA, KHI dan RAI (Regio Aviasi Industri) dipimpin oleh para alumni FTMD. Sedangkan sisanya adalah perusahaan teknologi yang didirikan dan dikelola oleh alumni FTMD. Beberapa diantaranya adalah Daun Biru Engineering, Wison Engineering, Java Energy Engineering, Safta Ferti, Abyor International, Aero Inspect, Aero Terra, Voltras, Jojonomics, Proxsis, Gas Fields Testing Indonesia dan Pertiwi Land Group.

Potensi ini perlu terus dijaga dan dikembangkan, sehingga upaya menjadikan FTMD sebagai 3rd Generation University bisa lebih mudah diwujudkan.

Acara Business Matching yang diadakan dalam rangkaian acara reuni akbar kemarin adalah contoh upaya konkrit tersebut. Dengan semangat IndonesianisMe (berkarya dan berkontribusi untuk Indonesia), kemarin dipresentasikan karya anak bangsa di PT Astra Otoparts dan PT Toyota Astra Motor yang terus berusaha meningkatkan kandungam lokal dari semua produk-produk yang dihasilkan. PT Regio Aviasi Industri juga mempresentasikan kerja keras anak bangsa untuk menyelamatkan kemampuan rancang bangun industri pesawat terbang yang bagi sebagian orang dianggap mustahil. Kementrian ESDM juga mempresentasikan peluang bisnis yang bisa digarap para alumni dengan proyek infrastruktur gas di seluruh Indonesia. Dan last but not least, PLN juga memberikan update mengenai perkembangan terakhir proyek listrik 35.000 MW yang tentu saja menciptakan banyak peluang bisnis bagi para alumni.

Dengan kerjasama yang begitu erat, dan dengan potensi yang demikian besar, upaya menjadikan ITB umumnya dan FTMD pada khususnya untuk menjadi 3rd Generation University bukanlah mimpi di siang bolong. Peluangnya begitu terbuka untuk “Membangun Keunggulan FTMD dengan Semangat Solidarity Forever”.

Fun and Fund

Kurang afdol rasanya kalau reuni akbar tidak menampilkan live music. Ditengah acara yang begitu padat dan serius, panitia reuni akbar kali ini tetap menyediakan sarana hiburan bagi para alumni yang ingin berkangen-kangenan dan melepas penat sambil mendengarkan musik. Panitia mengundang group band Kenny Jo dan Kanda Band yang merupakan pecahan dari grup musik Abadi Soesman yang legendaris itu. Walaupun beraroma lokal, permainan saxophone Kenny Jo tidak kalah hebat dibanding tiupan saxophone Kenny G… Alhasil Music Corner yamg disiapkan panitia terus-terusan menggoyang alumni yang ingin rehat sambil menikmati live music. Lagu Delilah sampai poco-poco setia menemani para alumni sejak jam makan sampai bubaran acara.

Lalu apa hubungannya Fun dan Fund? Hubungan langsung memang tidak ada. Tetapi alumni yang “fun” pasti lebih mudah diajak untuk menggalang “fund”. Setelah alumni menikmati suasana yang fun di acara reuni akbar kemarin, mudah-mudahan mereka akan lebih tergerak untuk memikirkan “fund” yang selama ini masih menjadi kendala utama dalam merevitalisasi laboratorium di lingkungan FTMD. Masalah “fund” harus menjadi kepedulian seluruh alumni, karena tanpa kepedulian alumni amat sangat sulit kita bisa mewujudkan cita-cita bersama menjadikan FTMD sebagai 3rd Generation University, menjadikan FTMD tersertifikasi ASIIN, dan menjadikan FTMD tempat bertumbuhnya teknopreneur-teknopreneur yang handal.

Akhirnya, selaku ketua panitia pelaksana Reuni Akbar FTMD 2015, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan acara tersebut, dan mohon maaf apabila dalam pelaksanaan acara kemarin masih banyak kekurangan di sana sini.

Salam Solidarity Forever,
Hari Tjahjono