Panitia pemilu dan timses menetapkan 5 kota pilihan sebagai tempat kampanye bersama pada hari Kamis malam, 10 Desember 2015. Dan Makassar terpilih menjadi kota pertama penyelenggara hearing bersama.

Walau sebenarnya merasa keberatan karena pemberitahuan yang mendadak dan waktu persiapan yang mepet, Adi Hariyadi (ketua Pengda Sulsel) menjawab, “Baiklah, kami akan berusaha yang terbaik, walaupun tinggal seminggu untuk persiapan.”

Alhamdulillah, kami bersepakat dan berkomitmen untuk mempersiapkan sebaik mungkin acara pertama ini. Kami bekerja maraton, panitia pusat menyiapkan tata cara hearing bersama dan logistik, sementara panitia Pengda menyiapkan ruang, teknis pelaksanaan, moderator, termasuk konsumsi.

Sabtu, 19 Desember 2015

08.00-12.00 wita

Diiringi gerimis, bahkan sesekali hujan lebat mengguyur kota “coto” ini, panitia menyiapkan segala sesuatunya di gedung PDAM, tempat pelaksanaan hearing bersama: memasang backdrop, spanduk, menata meja, dan menyiapkan segala sesuatunya.

12.00-16.00 wita

Panitia siap, makan siang telah tersedia (Palu basa, mie kering, bakso khas makassar, kopi, teh, buah, bermacam-macam khas Makassar), dan ruang acara siap 100%. Satu per satu sahabat-sahabat alumni ITB sulawesi selatan berdatangan, hadir Ridwan dan timnya, muncul Pontas dan timnya, hadir Hiramsyah dan timnya, dan sayangnya Riza Falepi kebetulan ada acara kenegaraan jadi berhalangan hadir. Panitia mengajak bagi yang muslim menunaikan ibadah sholat Dhuhur berjamaah dulu, sebelum menikmati hidangan khas Makassar yang memang melambai-lambai perut yang tengah lapar.

Begitu selesai sholat, segala menu khas Makassar yang menantang sedari tadi, segera jadi rebutan. Suasana makan siang bersama yang gayeng, akrab, tertawa, dan saling bersapa antar alumni. Bahkan salah satu kandidat ada yang menghabiskan beberapa mangkok karena nikmatnya, “Palu basanya benar-benar mak nyus”

Syamril, alumni berdarah Makassar dari FT 92, yang didaulat moderator acara hearing bersama ini segera tampil ke depan begitu santap makan mendekati kenyang. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjut dengan sambutan Ketua Pengda Sulsel. Berikutnya sambutan sekaligus sosialisasi tentang pemilu dan juga memperkenalkan profile para kandidat oleh panitia pemilu pusat.

hear1

Santap siang bersama menikmati menu tradisional khas Makassar sambil bercanda

hear2

Sambutan Adi Hariyadi, Ketua Pengda Sulawesi Selatan

hear3

Moderator, Syamril, dan Ketua Pemilu saat memberi sambutan

Acara berikutnya kembali diambil alih moderator, yaitu masing-masing kandidat diberi kesempatan menyampaikan visi-misi-pemikiran dan program kerjanya, masing-masing 10 menit. Untuk sesi ini, jika kandidat berhalangan, masih bisa diwakilkan oleh tim yang diberi mandat.

hear4

Para kandidat atau yang mewakili saat pemaparan visi-misi-pemikiran dan program kerja

hear5

Waktu coffee break,  dan salah satu kandidat tampil bernyanyi, makin membuat suasana cair.

Berikutnya, memasuki sesi tanya jawab.

Untuk sesi ini, panitia menetapkan bahwa kandidat yang tidak bisa hadir, tidak bisa diwakilkan. Mengapa? Karena tanya jawab adalah langsung kepada kandidat, jika ada komitmen atau janji yang harus dikeluarkan, adalah janji kandidat dan bukan janji timses. Belum lagi sesi berikutnya adalah tanya jawab  antar kandidat, bukan tanya jawab antara timses dan kandidat. Semoga ketentuan ini akan memacu komitmen bersama pada kandidat untuk hadir dalam hearing bersama di 4 kota berikutnya.

Dalam sesi tanya jawab, panitia membagi 3 bagian, yaitu

Bagian 1 tanya jawab, adalah kandidat mengambil gulungan kertas yang telah disiapkan oleh panitia, dan menjawabnya dengan waktu 2 menit. Pertanyaan-pertanyaan itu antara lain: 1. Apa pandangan anda tentang organisasi IA-ITB sekarang dan kedepan, kemudian tantangan terberat apa yang akan dihadapi IA-ITB kedepan? 2. Menurut anda apa yang paling dibutuhkan alumni ITB terhadap organisasi IA-ITB sekarang? 3. Bagaimana anda membiayai IA-ITB kedepan dalam hal operasional organisasi dan program kerja, dengan menjelaskan sumber-sumber pendanaan yang realisitis dan terukur?

Bagian ke 2 tanya jawab, diisi oleh kandidat bertanya pada kandidat lainnya berdasarkan nomor yang diundi. Dan ketika sudah dijawab, penanya masih berkesempatan menajamkan pertanyaan sekali lagi, dan penjawab juga punya kesempatan menjawab sekali lagi.

Bagian ke 3 tanya jawab disediakan kepada para audience dari Sulawesi Selatan bertanya langsung kepada para kandidat, dalam hal ini, dibagi dalam thermin dimana per-thermin adalah 3 penanya yang ditujukan khusus pada kandidat tertentu.

hear6

hear7

Para alumni dari Sulawesi Selatan, antusias bertanya

hear8

 Dan para kandidat yang hadir bersemangat menjawab ….

hear9

Acara ditutup oleh closing statement dari panitia, doa bersama, dan foto bareng.

hear10

Terimakasih kepada Pengda di Sulawesi Selatan.

Semoga awal kampanye bersama yang berjalan baik dan lancar, tajam dalam ide dan pemikiran, akrab dan bermartabat dalam penyampaian ini, bisa dipertahankan ke sesi berikutnya serta terjaga suasana kampanye kandidat Ketua Umum IA ITB 2016-2020, sehingga kita mampu memilih yang terbaik dari yang kandidat yang hebat ini.

Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.