GAK Alumni Lintas Perguruan Tinggi dukung Jaksa Agung Tuntaskan kasus “Papa Minta Saham”

kejagung

Hari ini Gerakan Anti Korupsi (GAK) Alumni Lintas Perguruan tinggi bertemu dengan Jaksa Agung untuk memberikan dukungan teknis maupun moral agar penyelidikan kasus Permufakatan Jahat, yang dikenal oleh masyarakat dengan istilah “Papa Minta Saham” dilanjutkan hingga tuntas agar keadilan bisa ditegakkan.

Hadir mewakili GAK Alumni Lintas Perguruan Tinggi adalah Rudi Yohannes -Koordinator (UI), Betti Alisjahbana (ITB), Lelyana Santosa (Unpad), Enomi (IPB), Petrus (Jayabaya), Indra-Sekretaris (UI), Andi Syahrandi (ITB). Jaksa Agung M Prasetyo pagi tadi didampingi oleh Japidsus, Jamintel dan jajaran lainnya.

Jaksa Agung memulai pertemuan dengan menyampaikan langkah-langkah yang dilakukan kejaksaan untuk menangani kasus-kasus korupsi yang kini semakin kompleks. Meski dihadapkan dengan berbagai tantangan, diantaranya koruptor yang semakin canggih, keputusan MK yang memperluas obyek praperadilan, anggaran yang sangat terbatas, adanya kecenderungan “corruptor fight back”, namun Kejaksaan Agung justru semakin fokus untuk menangani kasus-kasus korupsi. Kerjasama sinergitas antar penegak hukum (dalam hal ini dengan KPK dan Polri) dan dukungan masyarakat termasuk GAK Alumni Lintas Perguruan Tinggi tentu akan sangat membantu.

Kejaksaan Agung saat ini menangani beberapa perkara yang menarik perhatian masyarakat, diantaranya adalah Kasus Freeport, yang oleh masyarakat diberi nama “Papa Minta Saham”. Kasus ini saat ini sedang dalam penyelidikan. Ada alat perekam dan rekaman yang saat ini sedang dianalisa sehingga bisa jelas substansi dan tujuannya. Rencananya besok (Rabu 13 Januari 2016) Setya Novanto akan diperiksa. Dua surat panggilan sudah dilayangkan, satu ke rumah dan satu lagi ke kantor. Di kediamannya Setya Novanto menolak menerima surat panggilan itu, sehingga surat diberikan ke RT setempat. Di kantor DPR, surat diterima di kesekjenan. Jaksa Agung mengharapkan Setya Novanto memenuhi panggilan tersebut. M. Prasetyo menyampaikan bahwa kasus ini merupakan pertaruhan bagi para penegak hukum. KPK sudah bersedia berkolaborasi untuk menangani kasus ini.

Dalam pertemuan yang berlangsung kondusif pagi ini, perwakilan GAK Alumni Lintas Perguruan Tinggi menyampaikan dukungan pada Kejaksaan Agung untuk menangani kasus ini hingga tuntas. GAK sangat sadar bahwa yang dihadapi adalah orang yang sangat berpengaruh. Kita sudah menyaksikan bersama bagaimana Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD – DPR) pun bisa ditundukkan dengan tidak mengambil keputusan soal pelanggaran Etika Setya Novanto. Upaya intervensi tentu akan banyak, namun demikian, selama kejaksaan ada di jalan yang benar, maka GAK Alumni Lintas Perguruan Tinggi akan terus memberikan dukungan.

Salam Anti Korupsi, Betti Alisjahbana

Scroll To Top